Gejala Guillain Barre Syndrome (GBS)

No comment 5087 views

MasalahKesehatan.com - Baru - baru ini memang ramai dibicarakan tentang kasus kelumphan yang dialami oleh balita secara tiba – tiba. Usut punya usut, setelah diperiksa lebih lanjut ternyata salah satu penyebab kelumpuhan tersebut adalah Guillain Barre Syndrome (GBS). Selain bahaya, GBS juga membutuhkan dana yang besar untuk menyembuhkannya (tidak selalu). Mengingat bahayanya yang dapat menyebabkan kelumpuhan, maka pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan Guillain Barre Syndrome (GBS).

guillain barre syndrome

Apa Itu Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Guillain Barre Syndrome merupakan sebuah sindrom dimana imunitas tubuh justru menyerang saraf tepi (autoimun). Saraf tepi sendiri merupakan saraf yag mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi sensorik (mengantarkan infromasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisa oleh otak, misal rasa, suhu, tekanan, dan raba), fungsi motorik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk merespon informasi yang datang, misal menendang), serta fungsi otonomik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh, namun tidak bisa di kontrol, misal gerak usus dan jantung). Karena saraf tepinya sudah rusak akibat serangan imun tubuh, tentu akan mengakibatkan gangguan pada fungsi sensorik, motorik, dan otonomik tubuh.

GBS dapat diderita oleh siapa saja disegala usia, namun lebih sering menyerang pria, anak – anak dan seseorang yang berusia 30-50 tahun. GBS bukanlah penyakit turunan yang dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya serta tidak dapat menular dari penderita ke orang lain. Penamaan GBS ini diambil dari nama penemunya, yaitu Goerges Charles Guillain dan Jean Alexander Barre, seorang dokter asal Perancis.

Apa Penyebab Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Penyebab pasti GBS sampai saat ini memang belum diketahui. Namun banyak kasus GBS yang sering disebabkan adanya infeksi viral dan bakteri. Beberapa virus yang paling sering menyebabkan GBS adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan herpes simplex virus. Sementara bakteri yang paling sering ditemui adalah Campylobcater jejuni.

Karena adanya benda asing (virus atau bakteri), maka secara alami imun akan memproduksi antibodi untuk memerangi benda asing tersebut. Namun pada penderita GBS, antibodi tersebut justru tidak menyerang benda asing yang datang, melainkan menyerang saraf tepi tubuh. Dalam hal ini, antibodi menyerang selubung myelin, yaitu selubung yang menyelubungi saraf tepi. Sistem saraf dalam tubuh manusia merupakan ‘kabel utama’ tubuh, maka dari itu jika ‘kabel’ tersebut diserang maka akan mengakibatkan gangguan dan membuat sistem tubuh menjadi ‘down’. Hal ini akan mengakibatkan saraf tepi tidak mampu meneruskan perintah dari otak ke organ atau sebaliknya, dan akhirnya otot pada organ tidak bisa digerakkan. Bahkan pada beberapa kasus GBS yang sudah parah dapat mengakibatkan komplikasi tidak bisa bernafas, tidak bisa menelan, tidak bisa bersuara, bahkan jantung berhenti berdetak.

Apa Gejala Guillain Barre Syndrome (GBS)?

GBS sering diawali dengan adanya infeksi pada saluran pencernaan dan pernafasan oleh virus ataupun bakteri. Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita GBS adalah sebagai berikut :

  1. Rasa seperti ditusuk – tusuk jarum pada jari kaki atau tangan yang kemudian dikuti dengn mati rasa.
  2. Kesemutan pada kaki, paha, yang kemudian merambat ke badan dan tangan.
  3. Kehilangan refleks.
  4. Nyeri pinggang.
  5. Mengalami kegoyahan pada saat berjalan, bahkan terkadang tidak mampu berjalan sama sekali.
  6. Jika kasus GBS lebih parah, maka akan muncul – gejala – gejala berikut :
  7. Gangguan pada bola mata.
  8. Sulit berbicara.
  9. Gangguan pada saat mau menelan.
  10. Gangguan pada saat buang air besar dan buang air kecil.
  11. Gangguan pada sistem pernafasan

Bagaimana Cara Mengobati Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Belum ada obat untuk syndrome ini. Namun ada dua jenis perawatan yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan GBS.

  • Plasmapheresis

Plasmapheresis dikenal sebagai pertukaran plasma. Dalam plasmapheresis, cairan darah (plasma) diambil dan dipisahkan dari sel – sel darah.jika sudah dipisahkan, selanjutnya sel – sel darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh untuk memproduksi plasma baru dan mengganti plasma yang sudah dikeluarkan. Para ilmuwan percaya cara ini mampu menghilangkan zat – zat yang dapat merusak selubung myelin di dalam darah.

  • Immunoglobulin intravena

Immunoglobulin intravena adalah pemberian immunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari darah donor melalui intravena. Pemberian Immunoglobulin dalam dosis tinggi dapat membantu menghentikan antibodi yang merusak saraf tubuh. Namun biaya untuk perawatan immunoglobulin intravena ini sangat mahal.

  • Pemberian obat nyeri.
  • Fisioterapi untuk mencegah otot kaku.

Perlu Anda ketahui bahwa pengobatan dan terapi hanya bisa menyembuhkan GBS sampai 80%, tidak dapat sembuh total. Kesembuhan 80% itu bisa didapat dalam waktu beberapa minggu, bulan hingga tahun. Sebagian organ akan sembuh, namun sebagian akan cacat (lemas, lumpuh, atau mengalami gangguan keseimbangan).

Bagaimana Cara Mencegah Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Karena penyebabnya yang belum diketahui, maka sulit untuk mencegah sindrom ini. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mencegah GBS adalah dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan banyak mengkonsumsi protein hewani dan rajin berolahraga. Selian itu, kita juga perlu menjaga kebersihan agar terlindung dari kuman, bakteri, dan virus.

Apakah Guillain Barre Syndrome Dapat Kambuh?

GBS bisa kambuh kembali pada penderita. Namun resiko kambuh ini diperkirakan kurang dari 10%.

Itulah informasi mengenai pengertian, penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan Guillain Barre Syndrome (GBS)  yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Sekian dan semoga bermanfaat.

Tags:
No Response

Leave a reply "Gejala Guillain Barre Syndrome (GBS)"